BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu melalui program unggulan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH).
Sejak tahun 2017, sebanyak 853 rumah di 13 Kabupaten/Kota di Kalsel telah berhasil direhabilitasi dari kondisi tidak layak huni menjadi layak untuk ditempati.
# Baca Juga :Gubernur Kalsel Lepas Kontingen Atlet untuk PON XXI Aceh-Sumut 2024
# Baca Juga :Mencari Atlet Karate Profesional, Gubernur Kalsel Resmi Buka Kejurprov Karate Piala Acil Odah
# Baca Juga :Ribuan WBP Dapat Remisi, Sudah Bebas, Diberi Hadiah Umroh Lagi dari Gubernur Kalsel
# Baca Juga :Gubernur Kalsel Paman Birin Kukuhkan 42 Pelajar sebagai Anggota Paskibraka Provinsi 2024
Gusnanda Effendi, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kalsel, menyampaikan bahwa di bawah arahan Gubernur Sahbirin Noor, perhatian khusus diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang berada di bawah garis kemiskinan. “Gubernur Kalsel sangat fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat miskin, terutama terkait kebutuhan dasar seperti hunian yang layak,” ujar Gusnanda, Rabu (11/9/2024).
Program Berkelanjutan Hingga 2024
Sejak diluncurkan, program RS-RTLH terus berjalan setiap tahunnya. Rumah-rumah yang masuk dalam program ini adalah hasil usulan dari Dinas Sosial Kabupaten/Kota, yang kemudian diverifikasi berdasarkan komponen yang perlu diperbaiki, seperti atap, lantai, dan dinding.
“Dari total 853 rumah yang direhabilitasi sejak 2017, program ini terus berlangsung hingga tahun 2024. Meski permintaan masyarakat sangat tinggi, keterbatasan anggaran membuat kami memprioritaskan rumah dengan kerusakan terparah,” tambah Gusnanda.
Kolaborasi Lintas Sektor
Pelaksanaan program ini juga melibatkan koordinasi lintas sektor. Dinas Sosial Kalsel kerap bekerja sama dengan Dinas Perkim, Korem 101 Antasari, dan Baznas Baziz untuk menangani bagian-bagian yang tidak terjangkau oleh Dinsos. “Kami menyadari pentingnya sinergi antar instansi untuk memastikan masyarakat mendapat bantuan yang tepat,” jelasnya.







