Dia menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan masyarakat Dayak Ngaju tersebut untuk pengakuan terhadap seorang Temanggung atau Raja, saat ini bisa disebut Kepala Daerah yakni Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng.
Dia mengungkapkan, kegiatan tersebut sebagai dukungan sekaligus ritual permohonan agar pasangan Willy-Habib bisa mendapat dukungan banyak pihak dan terpilih dalam Pilgub Kalteng 2024 mendatang.
Ritual Bahajat tersebut ungkap dia, merupakan tradisi yang dilalukan, untuk mendukung seorang menjadi pemimpin.
“Kami ke Pasah Patahu untuk penjaga kami, agar apa yang masyarakat inginkan dapat tercapai,”ujarnya.
Dia menyebutkan Pasangan Willy–Habib yang tepat untuk memimpin Kalimantan Tengah.
Ini ungkap dia, visi-misinya untuk mengayomi seluruh elemen masyarakat, tanpa membeda-bedakan suku, agama maupun golongan diharapkan bisa direalisasikan nantinya.
Dia berharap yang diinginkan masyarakat Kalteng nantinya juga akan direalisasikan, terutama dalam pelestarian budaya lokal.
Pasangan Willy–Habib, dengan jargon “Tuh Iye”, diharap juga akan mengakomodir kebutuhan masyarakat Kalteng, terutama untuk menjaga dan melestarikan Adat Budaya Dayak. (*)
(Kalimantanlibe.com / Pathur)
EDITOR : Pathrurrachman







