BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Provinsi Kalimantan Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan desa yang ramah perempuan dan peduli anak.
Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPA-KB), Pemprov Kalsel menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Calon Fasilitator Daerah Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), guna mempercepat pencapaian desa yang memperhatikan kesetaraan gender dan hak anak.
# Baca Juga :OJK Bersama Pemprov Kalteng Edukasi Lima Ribu Pelaku UMKM di Kotim
# Baca Juga :Akhir Oktober Pemprov Kalsel Gelar Pekan Kebudayaan Banua di Lapangan Murdjani, Seniman Jangan Sampai Ketinggalan!
# Baca Juga :Pemprov Kalsel Adakan Bimtek Tingkatkan Pelayanan bagi Penyandang Disabilitas
# Baca Juga :Kalsel Expo 2024 Siap Digelar, Pemprov Kalsel Matangkan Persiapan dengan Technical Meeting
Kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak dalam seluruh aspek pemerintahan desa, pembangunan, serta pembinaan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Kepala DPPPA-KB Kalsel, Sri Mawarni, menekankan pentingnya sepuluh indikator yang harus dipenuhi untuk mewujudkan desa ramah perempuan dan anak, yang berfokus pada pemberdayaan serta perlindungan kelompok rentan tersebut.
“Sinergi antara desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan relawan sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi perempuan dan anak,” jelas Mawarni pada acara yang digelar di Banjarbaru, Rabu (18/9/2024).
Kalsel sudah memulai pembentukan DRPPA di enam kabupaten/kota: Banjarbaru, Barito Kuala, Tapin, Tabalong, Tanah Laut, dan Kotabaru.
Mawar juga mengungkapkan bahwa pada Juli 2024, pengembangan Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak berhasil dilakukan di Banjarmasin, mencakup lima kelurahan.







