“Adat istiadat yang kita miliki harus dijaga dan dilestarikan. Jangan sampai punah atau hilang tergerus arus modernisasi,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, musyawarah kali ini harus mendapatkan pemimpin terpilih yang nantinya amanah dan bertanggungjawab serta mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat dayak di Kalteng.
Menurut dia sosok pemimpin TBBR harus memiliki tanggung jawab besar membawa organisasi tersebut menuju kemajuan dan berkontribusi positif bagi pembangunan setiap daerah.
“Pemimpin baru TBBR harus membawa organisasi lebih maju serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Ketua DAD Kalteng ini, mendorong pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur di pedesaan.
“Peningkatan infrastruktur di desa akan berdampak langsung pada peningkatan perekonomian warga, karena selama ini terkonsentrasi diperkotaan saja,” ujarnya. (*)
(Kalimantanlive.com / Pathur)
EDITOR : Pathrurrachman







