BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Satu dekade kepemimpinan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin, sejak 2016 hingga 2024, telah mengubah wajah Banua secara drastis, terutama di sektor pembangunan sosial.
Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kalsel, Galuh Tantri Narindra, mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinan Paman Birin, Provinsi Kalsel berhasil menduduki peringkat kedua terbaik nasional dalam penanggulangan kemiskinan.
# Baca Juga :Gubernur Kalsel Lepas Kontingen Atlet untuk PON XXI Aceh-Sumut 2024
# Baca Juga :Mencari Atlet Karate Profesional, Gubernur Kalsel Resmi Buka Kejurprov Karate Piala Acil Odah
# Baca Juga :Ribuan WBP Dapat Remisi, Sudah Bebas, Diberi Hadiah Umroh Lagi dari Gubernur Kalsel
# Baca Juga :Gubernur Kalsel Paman Birin Kukuhkan 42 Pelajar sebagai Anggota Paskibraka Provinsi 2024
“Keberhasilan ini tidak lepas dari tepatnya sasaran bantuan sosial, yang didukung oleh verifikasi dan validasi data kependudukan secara akurat oleh Disdukcapil, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi,” jelas Galuh dalam keterangannya di Banjarbaru, Selasa (17/9/2024).
Lebih lanjut, Galuh menekankan pentingnya data yang valid untuk memastikan bantuan sosial mencapai masyarakat yang benar-benar membutuhkan. “Data yang valid menjadi kunci. Fungsi Disdukcapil dalam memverifikasi dan memvalidasi data sangat krusial agar bantuan bisa tepat sasaran,” ujarnya.
Pencapaian ini selaras dengan target-target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah ditetapkan oleh Pemprov Kalsel di bawah kepemimpinan Paman Birin selama dua periode.
“Alhamdulillah, setiap tahun target pelayanan kependudukan, seperti perekaman e-KTP dan catatan sipil, terus tercapai. Ini menunjukkan komitmen kuat Pemprov Kalsel di bawah Paman Birin untuk terus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
Paman Birin juga dikenal sukses menyelaraskan program pembangunan daerah dengan prioritas nasional, seperti penurunan angka kemiskinan, pengendalian inflasi, penurunan prevalensi stunting, investasi, dan penggunaan produk dalam negeri.










