Sementara untuk menggunakan kapal perintis, menurut Saidi, harus menyesuaikan jadual keberangkatannya dari Kotabaru ke Pulau Sembilan. Sehingga waktu pengiriman logistik ke sana dilakukan lebih awal dari wilayah-wilayah lainnya.
“Pakai kapal perintis harus koordinasi dengan PT Pelni dulu, menyesuaikan jadual kapal berangkat,” terang Saidi kepada Kalimantanlive.com, kemarin.
Namun di pemilu kepala daerah tahun ini, Saidi memastikan, pengiriman logistik ke Pulau Sembilan tidak lagi jadi persoalan, karena tidak lagi menggunakan kapal perintis.
Pengiriman logistik ke Pulau Sembilan rencananya akan menggunakan KRI, armada milik TNI AL Kotabaru. Namun sebelum pengiriman, KPU terlebih dahulu bersurat ke Lanal Kotabaru.
“Jadi sekarang tidak ada masalah lagi pendistribusian logistik ke Pulau Sembilan,” tandas Saidi.
Kalimantanlive.com/Ger
Editor : Rian







