Rudie juga menggarisbawahi peran aktif masyarakat, terutama melalui keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA). Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Kesadaran bersama sangat diperlukan. Kita harus mendorong masyarakat untuk tidak menggunakan api sebagai metode membuka lahan,” imbaunya.
BACA JUGA:Penguatan Pendidikan PAUD, Pj Ketua TP-PKK Mura Lantik Bunda PAUD Kecamatan
Terkait kesiapsiagaan, Pj Sekda menekankan bahwa pemerintah dan masyarakat harus siap menghadapi potensi Karhutla. Ketersediaan sarana prasarana serta kesiapan tim penanggulangan harus terus ditingkatkan agar mampu merespons dengan cepat dan tepat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Murung Raya, Fitrianul Fahriman, melaporkan bahwa sejak Januari hingga September 2024, terjadi peningkatan titik panas atau hotspot di wilayah tersebut.
Kecamatan Tanah Siang menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak berdasarkan pemantauan yang dilakukan.







