Wakil Rektor UTM Bidang Kemahasiswaan, kerja sama dan alumni, Surokin juga turut menindaklanjuti kasus ini dengan mengeluarkan surat pers resmi.
“Menindaklanjuti kasus kekerasan yang terjadi, pihak Universitas telah mengupayakan dalam memberikan perlindungan terhadap korban,” ucapnya yang tertera pada surat, Minggu (22/09/2024).
Ditengah gonjang ganjingnya pemberitaan kekerasan ini, beredar pesan WhatsApp yang membeberkan bahwa tindakan kekerasan ini sudah sering terjadi.
“Sudah ditanyakan ceweknya kan orang Nganjuk, kata teman seangkatan memang sering dianiaya, sempat pas mau masuk kelas pipinya lebam tapi pas ditanya katanya ketatap pintu,” ujar di pesan tersebut.
Selain itu juga beredar postingan pesan WhatsApp yang diduga dikirim oleh pelaku yang meminta untuk mentake down video viral tersebut.
“Permisi rek, minta tolong yang ngerti masalahku tambah video yang sudah tersebar tolong di keep, aku sama yang bersangkutan sudah damai,” ujar di pesan tersebut.










