Salah satu program unggulan yang didukung penuh oleh Gubernur adalah Skill Development bagi remaja di panti, yang memberikan pelatihan keterampilan vokasional agar mereka memiliki keterampilan untuk mencari pekerjaan dan hidup mandiri setelah rehabilitasi.
“Jumlah klien kami saat ini mencapai 195 orang, termasuk bayi terlantar, anak-anak, remaja, dan ABH. Mereka mengikuti pelatihan sesuai minat seperti bengkel motor, komputer, menjahit, tatarias, hingga barista. Setelah 6 bulan, mereka akan menerima bantuan stimulan,” tambah Sacik.
BACA JUGA: Banjarbaru Gelar High Level Meeting, Jaga Stabilitas Harga dan Memastikan Pertumbuhan Ekonomi
Dengan perhatian penuh dari Gubernur Sahbirin Noor, PPRSAR Mulia Satria diharapkan terus berkembang menjadi tempat aman dan penuh harapan bagi anak-anak dan remaja yang membutuhkan.
“Setiap anak berhak tumbuh dan berkembang dengan layak, dan tugas kita bersama adalah memastikan mereka mendapatkan itu,” tegasnya.
Penggabungan Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Budi Mulia dan Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Budi Satria, yang kini menjadi PPRSAR Mulia Satria, dilakukan berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah.
Sumber: MC Kalsel
Editor: Elpian







