Sampah yang dikumpulkan digunakan untuk bahan bakar alternatif. Menurut dia, dengan program sedekah sampah, emisi CO2 dapat dikurangi selain membiasakan karyawan dalam memilah sampah.
Syaifuddin menambahkan, ada beberapa jenis sampah yang dapat diterima antara lain, jenis plastik, kardus, karet atau ban.
Sedangkan sampah tidak dapat diterima atau tidak masuk klasifikasi jenis kaleng, kaca, besi, dan logam.
“Sebagai perusahaan yang ramah lingkungan, Indocement menargetkan penurunan emisi CO2 Scope 1 menjadi sebesar 490 kg CO2/ton semen pada tahun 2030,” katanya.
Terbaru terobosan hijau yang dilakukan, yaitu pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Ground Mounted di kompleks pabrik Tarjun, kapasitas 19,7 MWp atau 15 MegaWatt (MW).
Pengoperasian PLTS diharapkan mampu mendukung tercapainya target emisi Indocement pada 2030.
Kalimantanlive.com/Ger
Editor : Rian








