Pemprov Kalsel Tekankan Pencegahan Korupsi ke Pemuda dan LSM di Banua

BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor tekankan upaya pencegahan korupsi perlu dengan menanamkan nilai-nilai integritas, transparansi dan akuntabilitas dalam setiap aspek kehidupan.

Gerakan anti korupsi ini, harus digelorakan karena korupsi akan menimbulkan dampak yang buruk terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Korupsi akan menghambat pembangunan dan menyengsarakan rakyat.

# Baca Juga :Pemprov Kalsel Tekankan Pencegahan Korupsi untuk Pemuda dan LSM yang Berkarakter dan Berintegritas

# Baca Juga :Pemprov Kalsel Tingkatkan Aksesibilitas Website untuk Peningkatan Pelayanan Publik

# Baca Juga :Pemprov Kalsel Gelar Apel Siaga Pengawasan Pilkada 2024, Kawal Keamanan dan Kelancaran Demokrasi

# Baca Juga :Pemprov Kalsel Dukung Bimtek Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik di Kabupaten Balangan

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Roy Rizali Anwar, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama dan kemauan yang kuat agar pencegahan korupsi bisa dilakukan secara masif di berbagai lingkungan.

Disampaikan Roy, semua harus menyadari pentingnya menanamkan sikap anti korupsi dalam diri masing-masing karena peluang melakukan tindakan korupsi itu bisa terjadi kapan saja.

“Jika sikap anti korupsi kita lemah, bisa jadi kita terjerumus dalam mata rantai tindakan korupsi. Karena itu, kita semua harus memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang bentuk-bentuk korupsi, modus korupsi, dan lain-lain agar kita bisa menghindar dari pusaran korupsi,” ujar Roy.

Roy menyebut, korupsi bisa disebut sebagai benalu yang menghambat bangsa untuk meraih kemajuan dan mensejahterakan rakyat.

Oleh karena itu, semua harus melawan korupsi secara bersama-sama, terutama dimulai dari diri sendiri dengan menanamkan kesadaran anti korupsi.