BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor, melalui Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan, memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan Pemerintah Daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha. FGD ini membahas tema “Penguatan Sinergitas Badan Karantina Indonesia dengan Pemerintah Daerah dalam Mendukung Akselerasi Ekspor Produk Pertanian, Perikanan, dan Perkebunan”, di Banjarmasin pada Rabu (25/9/2024).
Saat ini, Pemerintah Provinsi Kalsel sedang berupaya mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan dengan mendorong sektor lain seperti pertanian, pariwisata, industri hilir, dan perdagangan. Salah satu langkah yang diambil adalah mengoptimalkan hilirisasi produk ekspor di Kalsel.
BACA JUGA: KPU Gelar Pengudian Nomor Urut Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin-Akbari Dapat Nomor Urut 1
Dalam FGD ini, Gia menekankan pentingnya mempromosikan ekspor dengan fokus pada produk unggulan dari sektor pertanian, perikanan, dan industri kecil-menengah.
Beberapa komoditas ekspor potensial yang disebutkan antara lain kelapa sawit, karet, kopi, kepiting mangrove, sarang burung walet, dan ikan arwana.
“Meski beberapa komoditas masih terbatas, potensi ekspor produk tersebut sangat besar dan perlu ditingkatkan,” ujar Gia.
Pemerintah Provinsi Kalsel juga mencatat penurunan nilai ekspor pada Juli 2024 yang mencapai US$741,66 juta, turun 16,96 persen dibanding Juni 2024. Kelompok bahan bakar mineral masih mendominasi ekspor, dengan kontribusi sebesar 92,84 persen.








