JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kasus penemuan tujuh jasad remaja di Kali Bekasi, Jatiasih, Kota Bekasi, masih menyisakan misteri. Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati mengonfirmasi bahwa tidak ada luka terbuka, sayatan, tusukan, atau patah tulang pada para korban, sehingga menambah teka-teki penyebab kematian mereka.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan bukti adanya luka-luka ataupun patah tulang,” ungkap Brigjen Nyoman Eddy Purnama, Karo Dokpol Pusdokkes Polri, di RS Polri Kramatjati, Kamis (26/9/2024).
# Baca Juga :NGERI! 7 Remaja Tewas Mengapung di Kali Bekasi: Tawuran Bubar Gegara Diteriaki Begal, Nekat Terjun ke Sungai
# Baca Juga :Sadis! Suami Siram Bensin ke Tubuh Istri Lalu Membakarnya hingga Tewas, Ternyata Cuma Masalah Utang
# Baca Juga :Berhasil Selamatkan Teman Tercebur, Pelajar Perempuan di Tabalong Ditemukan Tewas Tenggelam
# Baca Juga :Sepeda Motor VS Dumptruk di Sungai Pasir Kotabaru, Satu Tewas
Namun, hingga kini, penyebab pasti kematian ketujuh remaja tersebut masih belum bisa dipastikan. Menurut Brigjen Nyoman, proses penentuan penyebab kematian masih berlangsung dan melibatkan tiga tahap pemeriksaan, yaitu pemeriksaan luar, dalam, serta analisis laboratorium yang mendalam.
Sebelumnya, Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi lima dari tujuh jasad yang ditemukan pada Minggu (22/9/2024) di lokasi kejadian. Dengan identifikasi tersebut, seluruh korban kini telah diketahui identitasnya.
“Pada hari ini, 26 September pukul 15.00 WIB, tim gabungan berhasil mengidentifikasi lima jenazah,” jelas Brigjen Nyoman.
Kelima korban yang teridentifikasi adalah Muhammad Farhan (20), Rizki Ramadhan (15), Rido (15), Rezki Dwi Cahyo (16), dan Vino Satariani (15). Sebelumnya, dua jenazah lainnya, Muhammad Rizki dan Ahmad Davi (16), sudah lebih dahulu teridentifikasi melalui data DNA, gigi, sidik jari, serta ciri-ciri fisik dan barang-barang yang ditemukan di tubuh korban.







