Sementara itu, Umar Sidik, sang perupa, menjelaskan bahwa dalam pameran tunggal ini, ia menampilkan 23 lukisan yang terdiri dari aliran realisme dan kontemporer.
“Lukisan-lukisan yang kami tampilkan kali ini menceritakan tentang kehidupan lokal, seperti budaya pasar terapung dan adat Dayak. Kami juga terinspirasi dari ikan arwana,” ungkap Umar Sidik.
Sumber: MC Kalsel
Editor: Elpian







