PERINGATAN DARURAT! Skandal Guru Besar Guncang ULM, Akreditasi Anjlok, Mahasiswa Dirugikan

Tak butuh waktu lama, berita ini menarik perhatian mahasiswa lainnya yang berada di luar pulau Kalimantan, bahkan banyak yang berbondong-bondong mengutuk perbuatan ini.

“Bayangkan, ada mahasiswa yang struggle belajar biar keterima di kampus ini, ada mahasiswa yang berjuang mati-matian dapat nilai bagus, tapi karena kelakuan pejabat kampus, usaha itu hanya diganjar akreditas C. Ingat semua hal itu politis,” ujar akun @TraseerNew di aplikasi X (Twitter, red).

“Siapa yang akan menyangka, bahwa hal yang cuma jadi mainan pejabat kampus itu hal yang dirasa ‘bukan urusan saya’ nyatanya bikin petaka buat seluruh mahasiswa di kampusnya,” lanjutnya.

“Wah kasian staff saya yang resign kemarin karena mau lanjut pendidikan di sana (ULM), turun banget, padahal untuk level Kalimantan sih masih oke banget, ya. Yaudah S3 bakalan balik ke Jawa deh,” tutur akun @hisdamnhowtpartner.

“Emang parah kelihatannya disitu (ULM), pernah diminta riview tesis salah satu mahasiswa S2 hukum disitu, dari judulnya aja udah bikin mau ketawa, kasih masukan judul lain ditolak mentah-mentah, analisis data minim, hipotesis lemah, bikin PPT enggak bisa, tapi lulus aja tuh,” beber akun @pejuangpeluh.

Tak hanya itu, tak sedikit yang menyayangkan kasus ini hanya karena ambisi ULM yang ingin mencapai target 100 guru besar untuk menaikkan peringkat kampus dan mempercepat proses menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH).