“Namun, muncul permasalahan terkait pembatalan gelar guru besar, yang berdampak signifikan pada perhitungan akreditasi. Situasi ini memaksa kami untuk melakukan peninjauan dan perhitungan ulang, guna memastikan posisi akreditasi kita yang sebenarnya,” paparnya.
Ditambah lagi, adanya guru besar yang saat ini sedang dalam pemeriksaan juga turut mempengaruhi penilaian.
“Oleh karena itu, kami akan menghitung ulang secara menyeluruh untuk mengetahui secara pasti berapa skor akreditasi yang valid pada kondisi terkini,” pungkasnya.
Adapun saat ini jumlah guru besar di ULM menjadi 104 yang semula berjumlah 115 orang.
(Kalimantanlive.com/Lina)
Editor : TRI







