MARTAPURA, KALIMANTANLIVE.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali merajalela di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Berdasarkan catatan terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, lebih dari 108 hektare lahan telah hangus terbakar!
Menurut Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Banjar, Arifin, kebakaran ini berlangsung dalam beberapa bulan terakhir dan terus meluas di 11 kecamatan, termasuk Kecamatan Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat, Sungai Tabuk, dan Astambul.
# Baca Juga :BPBD Kalsel Apresiasi Diskominfo Kalsel dalam Penyebaran Informasi Karhutla
# Baca Juga :BPBD Kalsel Paparkan Strategi Penanganan Karhutla dalam Penguatan Kapasitas Komunikasi Risiko
# Baca Juga :Pemkab Mura Tetapkan Status Siaga Karhutla 2024: Pj Sekda Pimpin Rakor Pencegahan
# Baca Juga :BPBD Tanah Bumbu Sukses Atasi Karhutla di Gunung Tinggi, Segini Luas Lahan yang Terbakar
“Karhutla yang terjadi hingga sekarang telah membakar 108,117 hektare lahan,” ungkap Arifin pada Jumat (27/09/2024) di Martapura, seperti dikutip Wartabanjar.com.
Kondisi ini diperparah dengan cuaca panas yang masih berlangsung, membuat BPBD memperkirakan luas lahan terbakar akan terus bertambah.
“Kami pastikan jumlah lahan yang terbakar akan terus meningkat jika cuaca seperti ini berlanjut,” jelasnya, mewakili Plt Kepala BPBD Banjar Agus Siswanto.
Untuk menangani kebakaran ini, BPBD terus berupaya maksimal dengan melakukan pemadaman di lahan-lahan yang terbakar. Meski begitu, ada pengecualian khusus jika lahan yang terbakar adalah milik perusahaan. Arifin menegaskan bahwa perusahaan harus bertanggung jawab penuh atas lahan mereka.
“Apabila lahan perkebunan perusahaan terbakar, itu menjadi tanggung jawab perusahaan sendiri, bukan BPBD,” tegasnya.







