Warga Ingin Pertanian di Pulau Laut Timur Seperti Saat Bupati Kotabaru Dijabat Sjachrani Mataja

“Mulai itu luasan sawah berkurang, kini paling satu orangnya dua hekter. Persoalannya pengairan sawah. Inginnya sebutan Bumi Rancah Maurai tetap ada, kalau ada sama seperti Pak Bupati Sjachrani Mataja,” harapnya.

Senada diungkapkan Bahruni, warga Desa Sungai Limau. Sebutan Bumi Rancah Maurai dan Kecamatan Pulau Laut Timur sebagai lumbung padi sudah jarang disebut.

Penyebabnya, dari tahun ke tahun lahan sawah dan hasil produksi padi petani terus berkurang sampai sekarang.

“Dulu persoalan petani sama dengan sekarang, pengairan sawah. Hanya dulu itu, waktu pak Sjachrani Mataja bupati, dibantu kadis pertanian dan camat beliau tetap fokus pertanian di sini,” ucapnya.

Berharap sebutan Bumi Rancah Maurai dihidupkan lagi seperti saat Bupati Kotabaru dijabat Sjacrani Mataja.

Kalimantanlive.com/Ger

Editor : Rian