Proyek ini melibatkan penggantian konduktor pada 330 tower sepanjang lebih dari 120 kilometer sirkuit (kms) dengan target penyelesaian kurang dari enam bulan.
“Selama proyek berlangsung, kami tetap menjaga pasokan listrik bagi pelanggan tanpa pemadaman. Tim kami yang terdiri dari lebih dari 180 orang bekerja tanpa henti dengan teknologi terkini untuk mempercepat penyelesaian,” jelas Fauzan.
Jalur SUTT ini akan menjadi penghubung utama antara sistem kelistrikan Barito di Kalimantan Selatan dan Mahakam di Kalimantan Timur, yang diperkuat setelah rampungnya jalur SUTT dari Tarjun menuju Sei Durian hingga Grogot.
General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Kalimantan, Abdul Salam Nganro, menambahkan bahwa proyek ini juga akan mendukung evakuasi daya dari Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang rencananya akan dibangun di Tanah Laut dan menyalurkan energi ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sumber: Humas PLN







