“Bersama pemerintah dan masyarakat, kami mengubah lahan kritis menjadi ekosistem yang lebih hijau dan bernilai ekonomi,” ujar Darmawan.
Dengan target memanfaatkan 1,7 juta hektare lahan kritis, program ini berpotensi mengurangi emisi hingga 11 juta ton CO2e melalui co-firing biomassa, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Selain manfaat lingkungan, program ini juga mendukung ekonomi nasional dengan menyediakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan menggerakkan ekonomi sirkuler kerakyatan.
“Ke depan, program ini diharapkan melibatkan 1,25 juta masyarakat dan menghasilkan nilai ekonomi Rp9,5 triliun per tahun,” tutup Darmawan.
Sumber: Humas PLN







