BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Bank Kalsel mendukung Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel dalam mengembangkan program inovasi budidaya padi apung.
Budidaya padi dengan cara menanam bibit padi di atas air melalui media rakit atau styrofoam sebagai wadah tanam itu pun mendapat dukungan dari Bank Kalsel.
# Baca Juga :DPKP Kalsel Serahkan Bantuan Pengembangan Padi Ke Pemkot Banjarbaru, Segini Nilainya
# Baca Juga :Gelar Lomba Cipta Menu Makanan B2SA, Hasilnya, DPKP Kalsel Ingin Bantu Turunkan Angka Stunting di Banua
# Baca Juga :Pemprov Kalsel Salurkan Tambahan Pupuk Subsidi ke Petani Batola, Plh Kepala DPKP Kalsel Turun Langsung ke Jejangkit
# Baca Juga :Jadi Daerah Penyangga Pangan El Nino, Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman Yakin 2023 Surplus Beras
Hal itu dibuktikan melalui pendatangan nota kesepahaman yang di Fasilitasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dilakukan Dirut PT Bank Kalsel, Fachrudin bersama Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, di Aula DPKP Kalsel, Banjarbaru, Sabtu (28/9/2024).
Lokus program budidaya padi apung tersebut yakni di Hulu Sungai Selatan (HSS) yaitu di Kelompok Tani Bina Baru. Karena dinilai memiliki potensi lahan yang cukup luas sebagai wadah pengembangan inovasi ini.
Fachrudin mengatakan, keterlibatan Bank Kalsel dalam kesepakatan tersebut yakni dengan memberikan pendanaan awal melalui CSR untuk memulai program budidaya padi apung sebanyak 1000 styrofoam, sebagai bagian dari program pemerintah.
“Setelah program ini berjalan dan menjadi model ekonomi yang stabil, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan akses keuangan lebih lanjut seperti pinjaman modal bank untuk pengembangan usaha,” katanya.
Sementara itu, Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh Bank Kalsel.
Menurutnya, dukungan pengembangan budidaya padi apung ini merupakan bagian dari upaya peningkatan ekonomi kelompok tani sekitar.
Apalagi, dalam nota kesepahaman tersebut juga tercantum pihak yang bertanggungjawab atas pembelian hasil panen petani.







