Jadi Sumber Ekonomi Baru, OJK Dorong Percepatan Pengembangan Budidaya Padi Apung di Kalsel

“Pengembangan percepatan ini diharapkan dapat menjadi sumber ekonomi baru dan memperluas akses keuangan bagi masyarakat Kalimantan Selatan, yang sekarang terus didukung semua pihak termasuk pembiayan dari perbankan,” ucap Agus Maiyo.

Peran OJK dalam meningkatkan produksi padi apung di Kalsel, jelas Agus, di antaranya dengan membentuk ekosistem keuangan, dan mendorong sektor permodalan bagi para petani mengingat modal awal cukup tinggi untuk pengadaan media tanam seperti streofom.

Dari catatan Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalsel telah mencatat, penyaluran kredit melalui program Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) posisi Juni 2024 telah dimanfaatkan oleh 4.955 debitur di Kalimantan Selatan, dengan total penyaluran sebesar Rp52 miliar.

BACA JUGA: OJK Kalteng Edukasi UMKM Terhadap Bahaya Penggunaan Layanan Pinjol Ilegal dan Judi Online

Sementara itu, edukasi yang dilaksanakan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Kalimantan Selatan ada sebanyak 29 kegiatan, penyaluran Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebanyak 2.420 hektare area pertanian, dan pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) kepada 10.432 pelajar.

Ia pun menegaskan, bahwa OJK Provinsi Kalimantan Selatan senantiasa menjaga kinerja sektor jasa keuangan, agar mampu berkontribusi dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Kalsel.

Sementara itu dalam penilaiannya, kinerja sektor jasa keuangan Provinsi Kalsel terjaga stabil per triwulan II 2024, yang tumbuh 4,81%.

Kalimantanlive.com/eep
editor: elpian