Dalam pidatonya, Zairullah juga menekankan betapa pentingnya peran Tim Pendamping Keluarga dalam mendampingi keluarga berisiko stunting, terutama dalam memberikan edukasi tentang pola makan sehat dan pentingnya pemantauan kesehatan anak secara rutin.
“Tim Pendamping Keluarga memiliki tugas berat, yaitu mengedukasi dan mendampingi keluarga untuk mencegah stunting, serta memastikan seluruh intervensi yang dilakukan dapat berjalan dengan sinergi,” lanjutnya.
Sebagai seorang pemimpin yang berlatar belakang di bidang kesehatan, Zairullah Azhar memahami betul dampak jangka panjang yang ditimbulkan oleh stunting.
BACA JUGA: Dinas Kesehatan Tanah Bumbu Gelar Pertemuan Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor
“Stunting bukan hanya soal ukuran tubuh anak yang kurang ideal, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak dan kualitas hidup di masa depan. Stunting dapat menyebabkan Gagal Tumbuh, Gagal Kembang, hingga Gagal Metabolik, yang berpotensi menghambat peluang anak-anak ini untuk tumbuh menjadi individu yang sehat dan berdaya saing,” tegas Zairullah.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, hadir pula narasumber dari Kepala Loka Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), Hijaz Nuhung, yang memberikan pengetahuan lebih dalam tentang pengukuran gizi dan cara-cara preventif dalam menangani masalah stunting.







