BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel akan melakukan pembersihan besar-besaran pada aliran irigasi Riam Kanan mulai 15 Oktober hingga 15 November 2024.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas irigasi yang krusial bagi pertanian dan mencegah kebakaran hutan di sekitar Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru.
# Baca Juga :Peningkatan Kompetensi: Dinas PUPR Kalsel Adakan Sertifikasi Tenaga Ahli Konstruksi Jalan
# Baca Juga :Pelihara Jalan dan Jembatan di Banua, PUPR Kalsel Fokus 5 Hal Utamanya Ini
# Baca Juga :Wujudkan Kota Berkelanjutan dan Berdaya Saing, Dinas PUPR Kalsel Lakukan Pendekatan Ini
# Baca Juga :Agar Jasa Konstruksi Bekerja Sesuai Peraturan Menteri PU, PUPR Kalsel Tanamkan 3 Asopek Ini
Rencana awal pembersihan dimundurkan dari 1 Oktober setelah adanya permintaan dari komisi irigasi Kabupaten Banjar, karena sekitar 200 hektare lahan padi masih membutuhkan suplai air hingga pertengahan Oktober.
“Kebijakan ini diambil setelah memperhatikan kondisi lahan pertanian yang masih memerlukan air,” jelas Kepala Seksi Irigasi dan Air Baku Dinas PUPR Kalsel, Herry Ade Permana, Selasa (1/10/2024).
Irigasi Riam Kanan bukan hanya mengalirkan air ke sawah, tetapi juga penting untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di sekitar bandara. Oleh karena itu, irigasi tetap difungsikan sebelum proses pengeringan dan pembersihan dimulai.
Dinas PUPR Kalsel akan membersihkan saluran primer dan sekunder sepanjang 24 km dari Bendungan Mandi Kapau hingga Cindai Halus dalam dua tahap. Pembersihan ini menggunakan alat berat seperti loader dan excavator untuk mengangkut lumpur dan gulma yang menyumbat saluran irigasi.







