KALIMANTANLIVE.COM – Tim arkeolog Mesir menciptakan gebrakan besar dengan penemuan pedang perunggu berusia 3.000 tahun di Delta Nil. Pedang yang masih berkilau ini diduga milik Ramses II, salah satu Firaun terkuat dalam sejarah Mesir kuno. Penemuan ini semakin menguatkan bukti peran penting Firaun dalam kekuasaan militer Mesir kuno.
Pedang dengan lambang pribadi Ramses II ditemukan di dalam gubuk lumpur di dekat benteng kuno Tell Al-Abqain, sekitar 30 mil dari Alexandria. Lokasi ini dikenal sebagai titik strategis pertahanan Mesir kuno, terutama pada era kejayaan Ramses II yang memerintah dari 1279 hingga 1213 SM.
# Baca Juga :Gereja di Mesir Ludes Terbakar, 41 Jemaat Tewas Terpanggang, Mayoritas Anak-anak
# Baca Juga :TERNYATA Candi Borobudur Tak Pernah Masuk dalam 7 Keajaiban Dunia, Versi Kuno atau Baru
# Baca Juga :Pemuda Arab Ini Temukan Gereja Tertua dalam Sejarah, Diduga Dibangun Era Nabi Muhammad
# Baca Juga :INILAH Parfum Favorit Cleopatra, Aromanya Bernuansa Pedas dan Manis
“Ini penemuan luar biasa!” seru Elizabeth Frood, Egyptologist dari Universitas Oxford yang terlibat dalam penggalian. Meskipun pedang ini terlapis karat, kilaunya tetap memantulkan cahaya, mengungkapkan kemewahan dan status tinggi pemiliknya.
Lokasi Bersejarah: Benteng Kunci Pertahanan Mesir
Benteng Tell Al-Abqain yang menjadi lokasi penemuan, dulu adalah garis depan pertahanan Mesir dari ancaman suku Libya. Pada masa Ramses II, wilayah perbatasan Mesir meluas hingga ke Levant, menjadikannya salah satu kerajaan paling kuat di era tersebut.
Frood juga menjelaskan bahwa pedang dengan cartouche Ramses II ini mungkin dimiliki oleh seorang pejabat militer dengan pangkat tinggi, mengingat hanya orang-orang berpengaruh yang berhak menggunakan lambang Firaun.







