Tekan Stunting, Pemkab Kotabaru Mengadakan Sosialisasi Cegah Pernikahan Dini

Hairul mengajak undangan dan masyarakat agar kompak bersatu menurunkan angka stunting di Kabupaten Kotabaru dari hulu. Mempermudah upaya itu, BKKBN pun sudah meluncurkan Aplikasi Elsimil.

“Diharapkan tiga bulan sebelum melangsungkan perkawinan dapat melaporkan ke KUA setempat serta ke Puskesmas untuk mendapatkan konseling kesehatan pra nikah dan imunisasi TT pertama dan di bulan selanjutnya dapat diberikan TT kedua serta melalui tim pendampingan keluarga agar terus didampingi calon penganten,” lanjutnya.

Baca Juga : Ketua DPRD Kotabaru Suwanti Ajak Masyarakat Partisipasi Ciptakan Situasi Kondusif Jelang Pilkada

“Sedangkan BKKBN meluncurkan Aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil), dapat digunakan bagi calon pengantin yang akan melangsungkan perkawinan pada saat imunisasi TT tersebut,” sambung Hairul.

Rakor dengan tema pendewasaan usia dini dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kotabaru menghadirkan narasumber dari BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kesehatan Kotabaru, Kemenag Kotabaru, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kotabaru.

Baca Juga : Wakil Ketua DPRD Kotabaru Awaludin Sebut Jembatan Pulau Laut – Pulau Kalimantan Masuk Program Nasional di Pemerintahan Presiden Prabowo

Melalui kegiatan ini diharapkan ada sinkronisasi data calon pengantin seperti Elsimil, Simkah atau SKPD terkait memiliki aplikasi serupa, sehingga data dapat dilakukan intervensi spesifik maupun intervensi sensitif dalam percepatan penurunan stunting.

Hadir dalam kegiatan Kepala DP3AP2KB, Kepala Dinas Kesehatan, dan seluruh Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Kepala KUA, Forkopimda Kotabaru, dan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan. (*)

Kalimantanlive.com/Ger
Editor : Rian