BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Tradisi budaya khas Kalimantan Selatan (Kalsel), Baayun Maulid, kembali digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Lambung Mangkurat.
Acara yang berlangsung di halaman museum di Banjarbaru ini diikuti oleh ratusan peserta dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, dan juga peserta dari Kalimantan Timur.
# Baca Juga :Pendaftaran Tradisi Baayun Maulid Diperpanjang Hingga 1 Oktober 2024
# Baca Juga :Ribuan Peserta Memeriahkan Baayun Maulid di Tapin, dari Jakarta Timur dan Yogyakarta Juga Datang!
# Baca Juga :Tradisi Baayun Maulid di Banjarmasin, Wali Kota: Termuda Berusia 7 Hari dan Tertuta 79 Tahun
# Baca Juga :Yang Menarik dari Acara Baayun Maulid di Banjarbaru, Peserta Termuda 16 Hari dan Tertua 76 Tahun
Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor, menekankan pentingnya pelestarian budaya Islam yang kental di masyarakat Kalsel. “Pelaksanaan Baayun Maulid adalah bentuk syukur dan penghormatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini harus terus kita jaga agar tidak punah oleh modernitas,” ujarnya seperti dikutip, Jumat (4/9/2024).
Baayun Maulid merupakan salah satu wujud kecintaan masyarakat Banjar kepada Nabi Besar Muhammad SAW, serta diharapkan membawa berkah bagi anak-anak yang diayun, agar kelak selalu diberi kebaikan dalam hidupnya.
Istri Gubernur, Hj. Raudatul Jannah, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai pelestarian budaya, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. “Semoga tradisi ini semakin memantapkan kecintaan kita kepada Rasulullah,” ucapnya.
Acara ini berhasil menarik 276 peserta, dengan usia termuda 1 bulan 12 hari, hingga yang tertua berusia 76 tahun 10 bulan. Tak hanya masyarakat Kalsel, peserta juga datang dari Kalimantan Timur, menunjukkan luasnya jangkauan tradisi ini.







