Dukungan kepada AGI SAJA Semakin Meluas, Selalu  Jadi Magnet Warga Saat Kampanye Dialogis di Muara Teweh

Sehingga dengan di dapatnya angka elektabilitas 58% untuk Akhmad Gunadi Nadalsyah berdasarkan perhitungan lembaga survei (LSI) tadi, seolah isu-isu seperti politik dinasti atau pengalaman dan sebagainya yang mengarah kepadanya seolah sudah terjawab.

Di Karang Jawa, pasangan AGI SAJA, menyampaikan program-program unggulannya kepada masyarakat yang hadir serta memberikan kritik.

Dia menyampaikan kritik tentang adanya calon lain yang menjanjikan sekolah gratis 16 tahun. Menurut Akhmad Gunadi Nadalsyah dan Sastra Jaya, hal itu tidak mungkin.

BACA JUGA: AGI-SAJA Resmi Mendaftar di KPU, Maju Pilkada Barito Utara 2024, Usung Keberlanjutan

“PP No. 12 tahun 2019 mengatur yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan daerah. Disitu mengatur terkait dengan kewajiban penerimaan dan pengeluaran keuangan oleh pemerintah daerah. SMA ini biayanya dikeluarkan oleh pemerintah provinsi,” kata Akhmad Gunadi.

Sastra Jaya yang berdiri disampingnya memperkuat lagi kritik mereka melalui sebuah logika yang mengajak masyarakat untuk berpikir lebih dalam. Studi di suatu Perguruan Tinggi pastinya terdapat pula mahasiswa dari Kabupaten daerah lain, sehingga menggratiskannya adalah hal yang tidak mungkin.

Mengenai menekan angka pengangguran warga atau putra putri daerah, Gunadi Nadalsyah menyampaikan tentang adanya BLK (Balai Latihan Kerja) yang di gagas Bupati terdahulu H. Nadalsyah, tempatnya di Jalan Pramuka Muara Teweh.

Disitu dilatih aneka keterampilan dalam berbagai bidang yang dibutuhkan angkatan kerja, baik perusahaan maupun rumahan.

Dia berjanji nantinya akan mengadakan perjanjian kesepakatan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Barito Utara dengan Perusahaan yang berisi beberapa hal. Beberapa point perjanjian tersebut jelaskan oleh Sastra Jaya.