Pekerjaan Jembatan Perumnas – Pembibitan Lamban, Kabid Bina Marga Beralasan Kesulitan Batu Pondasi

KOTABARU, KALIMANTANLIVE.COM – Pembangunan jembatan menghubungkan Perumnas Blok F – Pembibitan, Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara terkesan lamban. Pelaksanaan dimulai awal Agustus lalu, namun progres hasil pekerjaan belum begitu signifikan.

Pantauan Kalimantanlive.com di lokasi pembangunan proyek bernilai miliaran rupiah baru tahap pekerjaan siring sayap bagian oprit, pun masih belum rampung.

Tidak hanya itu pekerjaan baru dikerjakan di sisi bagian Blok F Perumnas. Di sisi sebelahnya, di kawasan Pembibitan belum tampak progres hasil pekerjaan.

Baca Juga : Pengemudi Speedboat Wajib Turunkan Penumpang Ditempat Sudah Ditentukan, Satpolairud : Demi Keselamatan

Selain bentang jembatan estimasi sepanjang lebih kurang 20 meter akan menghubungkan dua wilayah di Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara itu juga belum terlihat ada hasil pekerjaan signifikan.

Baca Juga : Gewsima Minta Dinkes Kotabaru Segera Sosialisasi Transisi Pelayanan Kesehatan ke Masyarakat

Salah seorang pekerja bangunan saat diminta komentarnya membenarkan saat ini pekerjaan pembangunan siring sayap bagian oprit.

“Ya, masih pekerjaan sayap oprit. Belum rampung juga,” ucapnya ditemui Kalimantanlive.com, Jumat kemarin (4/10/2024).

Menjadi persoalan terkendala material batu pemasangan pondasi untuk siring sayap oprit.

“Material batu yang sulit. Mungkin banyak masuk ke wilayah Belangkas (Indramayu), ya mungkin. Di sana ada juga pembangunan perumahan,” katanya.