Petani Sungai Limau Pinjam Alat Buka Lahan Sawah, Kadis KPP Kotabaru Sarankan Begini

KOTABARU, KALIMANTANLIVE.COM – Ratusan hektare lahan sawah petani di Desa Sungai Limau, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan cukup lama jadi lahan tidur.

Di era tahun 2000-an, luasan lahan produktif mencapai lebih kurang 5.000 hektare, kini tersisa sekitar seperempatnya karena belasan tahun tidak digarap lantaran terkendala pengairan.

Diketahui musim tanam padi sawah di Sungai Limau, untuk pengairan selama ini petani berharap tadah hujan. Sementara tidak ada sumber pengairan memadai untuk mengairi sawah-sawah mereka saat musim kemarau.

Baca Juga : Warga Ingin Pertanian di Pulau Laut Timur Seperti Saat Bupati Kotabaru Dijabat Sjachrani Mataja

Ada rencana keinginan petani kembali membuka lahan yang lama tidak tergarap, namun dengan harapan instansi terkait mau memfasilitasi peminjaman alat.

Salah satu Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sungai Limau, Gazali Rahman membenarkan keinginan kelompok tani kembali membuka lahan yang lama tidak digarap.

Menurut Rahman, lahan rencana dibuka cukup luas sehingga petani memerlukan alat khusus yang rencana akan dipinjam ke Dinas Pertanian.

“Rencana meminjam ke Dinas Pertanian,” ujar Rahman kepada Kalimantanlive.com, Minggu (6/10/2024).

Baca Juga : Bupati Kotabaru Hadiri Panen Raya Padi Sawah untuk Antisipasi Dampak El Nino di Desa Salino

Petani hanya meminjam alat, untuk operasional akan ditanggung petani. “Jadi kami pinjam alat saja, kami akan membayar (operasional) berapa kami bayar,” jelasnya mewakili kelompok tani.

Menjadi alasan petani membuka dan menggarap lagi lahan itu, karena tahun ini kemarau tidak melanda dan stok air cukup memadai untuk mengairi sawah.

“Dan sekarang sudah memasuki musim hujan. Untuk pinjam alat, sudah menghubungi Dinas Pertanian tapi belum ada jawaban,” pungkasnya.