MUARA TEWEH, Kalimantanlive.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Barito Utara telah mengintruksikan kepada jajaran KPU setempat hingga element terbawahnya, PPS dan sekretariat Kecamatan, untuk tidak menggunakan kaos sosialisasi berwarna merah maron bertuliskan angka 27 yang sebelumnya dibagikan pihaknya secara terbatas.
Instruksi tersebut berdasarkan Surat Instruksi No : 552/PP.06.2/5205/2/2024 yang berlaku sejak tanggal 5 Oktober 2024 hingga tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara 2024 selesai.
Sebelumnya kaos tersebut sempat menjadi kontroversi bagi sebagian kalangan tertentu. Alasannya apabila dilihat tampak dari depan yang terlihat hanya angka 2, seolah mengarahkan ke calon pasangan tertentu.
KalimantanLive.com berkesempatan melakukan wawancara santai bersama Ketua KPU Kabupaten Barito Utara, Siska Dewi Lestari, di Kantor Sekretariat KPU jalan A Yani Muara Teweh, Selasa (8/10/2024).
Dalam bincang santai tersebut, Siska Dewi Lestari menerangkan secara spesifik dan rasional dari awal hingga akhir mengenai adanya pembatasan tersebut, sampai clear.
Siska dengan santai menjelaskan, dorongan pihaknya melakukan pembatasan cuma sekadar inisiatif ingin meminimalisir atau menghindari polemik yang tidak perlu dan tidak produktif saja dimasyarakat, bukan karena faktor lainnya, misalkan tekanan.
Mengenai dalam instruksi tadi terdapat alasan pembatasan karena adanya “kesalahan dalam pencetakan” baju kaos, Siska dengan mudah menjelaskan kesalahan cetak dimaksud.
“Sebenarnya angka 27 itu kayak tulisan rait. Kemudian ada di bawahnya lagi November 2024. Tapi ternyata setelah sampai mana ini bulannya, mana tahunnya,” jelas Siska santai.
Masih menurut Siska, pihaknya hanya berpikiran kaos itu hanyalah sebagai bahan sosialisasi. Tidak sampai kepikiran yang mengarah ke salah satu Paslon.
Apabila dilihat secara utuh kaos tersebut memang bertuliskan angka “27”, bukan angka 2 sendirian. Mengingatkan tanggal 27 November 2024 nanti sebagai hari pencoblosan di Pilkada Barito Utara 2024. Pada bagian dada bahkan jelas bertuliskan, “Pastikan Anda Terdaftar! www.cekdptonline.kpu.go.id”.
Siska berharap, hendaknya dalam menilai sesuatu dilihat secara menyeluruh dahulu, bukan hanya sepotong-sepotong melihatnya.
“Kalau bisa kita jangan hanya melihat kaos itu dari satu sisi saja. Lihat secara menyeluruh seutuhnya. Itu sebenarnya memang 27,” jelas dia.
Ide desain baju tersebut lanjut Siska, bermaksud supaya tidak monoton. Kalau misalnya yang berkerudung kelihatan di bawah akan terlihat bagus. Maka dibuatlah agak kesamping ungkapnya.
Tentang apakah baju kaos itu dibuat setelah pengundian nomor urut calon, Siska menyanggahnya dengan enteng.
“Silahkan di cek, kami sudah memberikan sebelum tanggal pengundian nomor urut. Itu ada foto. Bahkan pada waktu itu kami melaksanakan kegiatan BIMTEK (Bimbingan Teknis) dengan kawan-kawan PPK sebelum pengundian nomor urut baju itu sudah kami bagikan, ada fotonya. Silahkan nanti dilihat di instagramnya,” ujar Siska tersenyum.
Dia juga berpesan kepada masyarakat Barito Utara untuk tidak mudah termakan isu di masa-masa politik ini, di mana segala hal bisa saja “digoreng” atau orang akan mudah menjadi “baperan”.
Kabar berita juga hendaknya dikonfirmasi lebih dahulu ke sumbernya sebagai kode etik. Tidak tendensius. Jangan menyimpulkan sesuatu secara sepihak yang mendahului maksud sumbernya sendiri, karena yang paling tahu adalah sumbernya.
Dia juga mengajak semua lapisan masyarakat Barito Utara untuk bersama-sama menyukseskan tahapan Pilkada ini dengan pemikiran yang positif dan membangun.
“Hindari saling curiga dan prasangka tanpa bukti atau fakta hukum yang sah. Ke depankan beradu gagasan dan berlomba merebut kepercayaan masyarakat dalam kontestasi ini lewat gagasan-gagasan cemerlang. Demi Barito Utara aman, damai dan cerdas dalam berdemokrasi,” ujarnya.
Kalimantanlive.com/M. Gazali Noor
Editor: elpian







