KOTABARU, KALIMANTANLIVE.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotabaru, Bahrul Ilmi, S.Ap akhirnya turut angkat bicara soal kesulitan nelayan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Menurut Bahrul Ilmi kesulitan dialami nelayan khususnya wilayah Pamukan mendapatkan solar harga sesuai yang ditetapkan pemerintah, tidak hanya lantaran keterbataaan kuota BBM.
Baca Juga : Dinas Perikanan Diminta Buatkan Rekomendasi Untuk Dibawa Komisi II ke Pertamina
Namun juga tidak ada stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) di wilayah Pamukan, seperti di Pulau Laut khusus terdapat 6 SPBN khusus melayani bahan bakar nelayan.
Selama ini saat hendak melaut, nelayan kecil dan tradisional di wilayahnya mendapat pasokan solar subsidi dibeli dari pangkalan dengan kisaran harga Rp 8 ribu liter. Sedangkan harga subsidi Rp 6.800 per liter.
Baca Juga : Sebaran SPBN Jadi Pemicu Besarnya Biaya Operasional Ditanggung Nelayan
Itupun sangat terbatas sehingga masih banyak nelayan-nelayan yang lain tidak mendapatkan bagian.
“Biaya juga tergantung transport sampai ke pangkalan. Membeli BBM di luar subsidi sampai Rp 14 ribu per liter,” ungkap politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini, Jumat (11/10/2024).
Sebagai wakil rakyat daerah pemilihan (Dapil) 3 yang meliputi daerah Pamukan, Bahrul Ilmi berharap ada penambahan kuota BBM.
“Masih banyak nelayan belum menikmati BBM subsidi pemerintah karena keterbatasan kuota,” ungkapnya.
Juga berharap dibangun SPBN di daerah Pamukan, selain penambahan pangkalan di beberapa titik agar distribusi BBM subsidi ke nelayan bisa merata.










