Adapun Pj. Bupati Barito Utara, Drs. Muhlis menyatakan, sekolah harus menjadi taman belajar untuk menumbuh kembangkan bakat dan potensi anak didik. Menjadi anak yang kokoh secara fisik, emosional dan spiritual, serta cerdas dan terampil.
Tidak lupa dia juga menyebut tentang tanggung jawab Pemerintah untuk memenuhi hak-hak guru dan kesejahteraannya yang disampaikan oleh PGRI.
“PGRI selalu mendorong Pemerintah agar memberikan penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial, sebagaimana dinyatakan oleh Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 dan tidak terlambat dalam memenuhi hak-hak guru,” kata Muhlis.
Acara tersebut juga di isi dengan pembacaan Sejarah Singkat Persatuan Guru Republik Indonesia yang dibacakan oleh Dewi Ayu Anggraeni. Menceritakan tentang perjuangan guru-guru pribumi pada jaman Belanda tahun 1912 yang saat itu bernama, “Persatuan Guru Hindia Belanda”.
Ketua PGRI Barito Utara, Mahlan menyampaikan, PGRI berdiri seratus hari setelah Indonesia merdeka, ditengah kepulangan asap misiu dan pekik merdeka. Menjadi garda terdepan dalam perjuangan membangun dunia pendidikan Indonesia dari keterpurukan, keterbelakangan dan kebodohan akibat penjajahan.
Usai acara seremonial syukuran, pemotongan tumpeng dan penyerahan hadiah kepada pemenang-pemenang lomba pada pertandingan yang lalu, dibagikan juga doorprize dalam jumlah yang sangat banyak. Berupa unit alat-alat elektronik rumah tangga yang tidak sedikit, juga hadiah utama mesin cuci dan kulkas yang disumbangkan berbagai lembaga pendidikan Barito Utara serta Pengusaha.
Kalimantanlive.com/M Gazali Noor
Editor: elpian







