Tony Berharap Legislatif Bantu Sampaikan Aspirasi Soal Usulan Tambahan BBM Nelayan

KOTABARU, KALIMANTANLIVE.COM – Sebanyak 1.500 nelayan di wilayah Pamukan dan Kelumpang Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan belum bisa menikmati bahan bakan minyak (BBM) subsidi dari pemerintah.

Sesuai catatan Dinas Perikanan Kotabaru, nelayan yang klasifikasi nelayan kecil tradisional belum bisa mendapat jatah BBM subsidi, lantaran tidak terdaftar atau belum memiliki ID.

Baca Juga : Kurang, Dinas Perikanan Usulkan Tambahan Kuota BBM Nelayan Kotabaru ke BPH Migas

Belum terdaftar secara by name by adress atau berdasarkan nama berdasarkan alamat, karena keterbatasan kuota BBM untuk nelayan di stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN).

Kepala Dinas Perikanan Kotabaru Khairil Fajeri melalui Kabid Pemberdayaan Penangkapan Ikan Tony Akhmadi mengakui masih banyak nelayan belum memiliki ID karena kuota BBM terbatas untuk mencukupi kebutuhan mereka.

Baca Juga : Sebaran SPBN Jadi Pemicu Besarnya Biaya Operasional Ditanggung Nelayan

Menurut Tony, pihaknya sudah mengusulkan kuota tambahan BBM berdasar data nelayan memilik ID yaitu, kapal 5 GT ke bawah sebanyak
43.512.499 liter per tahun, dan kapal 5 sampai 30 GT sebanyak 10.816.128 liter per tahun.

Sementara kuota BBM yang ada hanya 1.140 kilo liter per bulan, hanya untuk nelayan memiliki ID yaitu, kapal di bawah 5 GT sebanyak 4.539 buah dan kapal di atas 5 GT sampai dengan 30 GT sebanyak 279 buah.