Hakim pun berharap, produk hasil karya dua warga binaannya bisa diterima di masyarakat luas dan menjadi simbol bahwa setiap orang mempunyai kesempatan untuk berubah ke arah yang lebih baik lagi.
Diketahui, produk tas D’Payau yang diproduksi di bengkel kerja Lapas Tanjung memiliki desain yang elegan dan modern, terbuat dari bahan berkualitas yang diproses dengan teliti oleh tangan-tangan terampil warga binaan.
Setiap tas yang dihasilkan melalui proses pelatihan ini juga merupakan bentuk upaya lapas dalam memberdayakan warga binaan agar mereka siap berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah menjalani masa hukuman.
Tas D’Payau kini mulai mencuri perhatian berbagai kalangan, tidak hanya karena desainnya yang menarik, tetapi juga karena cerita di balik pembuatannya. Karya-karya ini menjadi contoh nyata bagaimana lapas dapat menjadi tempat untuk membangun kembali masa depan yang lebih cerah bagi para penghuninya.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat







