KOTABARU, KALIMANTANLIVE.COM – Komisi II DPRD Kotabaru dalam minggu-minggu ini menjadualkan rapat kerja dengan PT AKR dan Pertamina, membahas terkait usulan tambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk nelayan.
Mendasari rapat kerja Komis II, berdasarkan catatan Dinas Perikanan kuota BBM tersedia 1.140 kilo liter (KL) belum cukup untuk memenuhi kebutuhan nelayan di Kotabaru.
Baca Juga : Bahrul Ilmi Setuju Agenda Komisi II Undang AKR dan Pertamina Bahas Soal Kuota BBM
Masih banyak nelayan, bahkan tercatat 1.500 belum terdaftar atau memiliki ID. Sehingga tidak bisa mendapat BBM subsidi pemerintah seperti sebagian nelayan lainnya, karena terbatasnya kuota.
Dengan diagendakannya rapat kerja oleh Komisi II mendapat dorongan dari anggota DPRD khususnya komisi membidangi perikanan tersebut.
Baca Juga : Dinas Perikanan Diminta Buatkan Rekomendasi Untuk Dibawa Komisi II ke Pertamina
Mukhlis Riva’i, anggota Komisi II daerah pemilihan (Dapil) 4 ini, mendorong dilaksanakan rapat kerja karena banyak keluhan nelayan di wilayah Kelumpang.
“Di Kelumpang ada nelayan yang menggunakan bahan bakar pertalite, ada juga solar,” kata Riva’i, Jumat (11/10/2024).
Nelayan menggunakan pertalite, rata-rata mengeluhkan mahalnya harga pertalite Rp 13 ribu dibeli dari pelangsir, karena tidak ada pilihan sementara mereka harus melaut.










