BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan program Museum Masuk Sekolah sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap museum dan sejarah kepada generasi muda di Kalimantan Selatan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Muhammadun, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Raudati Hildayati, menjelaskan bahwa program tahunan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan apresiasi para guru dan siswa terhadap museum sebagai media pembelajaran.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Gebrak 2024 dengan Kalsel Innovation Award, Lahirkan Inovasi untuk Masyarakat!
“Kegiatan ini merupakan upaya Pemprov Kalsel untuk membentuk generasi muda yang mencintai sejarah lokal Kalimantan,” kata Raudati dalam keterangannya di Banjarbaru, Jumat (11/10/2024).
Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Arry Risfansyah, menambahkan bahwa dalam program kali ini, Museum Masuk Sekolah mengunjungi lima kabupaten, yaitu Tabalong, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Balangan, dan Hulu Sungai Selatan.
Arry menjelaskan bahwa beberapa koleksi dari Museum Wasaka dibawa langsung ke sekolah-sekolah untuk dikenalkan kepada para siswa, termasuk koleksi peninggalan perjuangan rakyat Kalimantan pada masa revolusi fisik.
“Kami membawa sembilan koleksi, di antaranya Sangkuh, Belitung, Pistol Rakitan, Senapang Dum-Dum, Peneng, Mesin Tik, dan Parang Lantik,” ujarnya.







