98 Persen Bencana di Indonesia Tahun 2023 Terkait Perubahan Iklim, BNPB: Karhutla Mendominasi

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa mayoritas bencana yang terjadi di Indonesia sepanjang 2023 berkaitan erat dengan perubahan iklim.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa 98 persen dari 5.400 kejadian bencana di tahun 2023 adalah bencana yang dipicu oleh faktor iklim.

“Tahun 2023 menjadi tahun di mana kebakaran hutan dan lahan atau karhutla menjadi bencana paling sering terjadi di Indonesia, mengalahkan banjir yang biasanya mendominasi,” jelas Muhari dalam pernyataan resmi di Jakarta, Rabu (16/10/2024).

# Baca Juga :BPBD Balangan dan BPBD HSU Sepakat Tangani Bencana Karhutla di Wilayah Perbatasan

# Baca Juga :Pemprov Kalsel Siap Bersihkan Irigasi Riam Kanan, Percepat Pembangunan Pertanian dan Cegah Karhutla!

# Baca Juga :Karhutla Makin Parah! Ratusan Hektar Lahan di Banjar Hangus, 11 Kecamatan Terdampak Parah!

# Baca Juga :BPBD Kalsel Apresiasi Diskominfo Kalsel dalam Penyebaran Informasi Karhutla

Tiga Bencana Utama: Karhutla, Banjir, dan Cuaca Ekstrem

Menurut data BNPB, dari total 5.400 bencana, karhutla tercatat sebanyak 2.051 kejadian, disusul cuaca ekstrem dengan 1.261 kejadian, dan banjir yang terjadi sebanyak 1.255 kali.

Bencana lain seperti tanah longsor tercatat sebanyak 591 kejadian, kekeringan 174 kejadian, dan gelombang pasang serta abrasi sebanyak 33 kejadian.

Muhari menjelaskan bahwa fenomena El Nino yang memuncak di tahun lalu menjadi penyebab utama meningkatnya jumlah kebakaran hutan di beberapa wilayah seperti Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.