Sehingga, Peran UMKM yang tak kalah penting adalah memberikan pemasukan bagi negara dalam bentuk devisa. Sekarang UMK Indonesia sedang berkembang pesat. UMK tidak hanya memasuki pangsa pasar skala nasional, tapi sudah masuk ke pasar ekspor. Namun, kontribusi UMKM terhadap ekspor hanya sebesar 15,7 persen, dan pertumbuhannya juga sangat terbatas.
Oleh karena itu, perlu ada strategi dan upaya bersama serta sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk memacu UMKM masuk pasar ekspor dalam upaya mempromosikan dan mendorong produknya masuk ke pasar global.
# Baca Juga :Kepala Disdag Kalsel Sulkan Sebut Kenaikan Harga Cabai Dipicu Mahalnya Harga Pupuk
# Baca Juga :Disdag Kalsel Pastikan Harga Beras Kondusif Jelang Ramadan, Pedagang: Jangan Panik Soal Isu Kenaikan
“Dalam rangka meningkatkan kesiapan UMKM menghadapi Era Digital, penyelenggaraan program Pelatihan Akses dan Survei Pasar Ekspor Melalui Internet menjadi sangat penting,” ujarnya.
Selain itu, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan praktis bagi para peserta agar mampu memasarkan produknya hingga ke luar negeri.
“Peserta akan benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali ilmu dan pengetahuan praktis yang berguna sehingga produk yang dihasilkan dapat menembus pasar global,” jelasnya.
Sumber: MC Kalsel
editor : TRI







