PALANGKARAYA, KALIMANTANLIVE.COM – Masalah kerusakan jalan di Kalimantan Tengah selama ini masih banyak belum tertangani, salah satunya Jalan penghubung Palangkaraya, Pulang Pisau dan Gunung Mas.
Kerusakan jalan antar kabupaten tersbeut selama ini terkesan dibiarkan begitu saja, sehingga masih menjadi keluhan masyarakat tiga daerah tersebut, karena sangat mengganggu pengendara.
Apalagi, masih ada jembatan penghubung yang mengalami rusak parah, hingga kini belum ada perbaikan, sehingga menyulitkan pengendara yang ingin lewat, dan rawan terjatuh jika tidak hati-hati jika melewatinya.
Semua keluhan warga tersebut mendapat perhatian Calon Gubernur Kalteng nomor urut 1 Willy M Yoseph-Habib Ismail bin Yahya atau Willy-Habib saat melakukan kampanye di Kabupaten Pulang Pisau.
Pasangan Nomor Urut 1, Willy Midel Yoseph-Habib Ismail bin Yahya atau Willy-Habib ingin melakukan perubahan untuk Kalimantan Tengah (Kalteng) lebih baik.
Perubahan menjadi salah satu slogan yang dibawa dalam 100 hari kerja Willy-Habib menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng Periode 2025-2030.
Willy Midel Yoseph atau WMY saat menggelar kampanye di Kabupaten Pulang Pisau menyampaikan, perlu dilakukan perubahan bagi Kalteng ke depan.
Dia mengatakan, selama ini semua merasakan kondisi Jalan Palangkaraya-Pulang Pisau-Gunung Mas mengalami kerusakan parah dan belum ada perbaikan.
‘Willy-Habib menegaskan, pihaknya akan membawa perubahan lebih baik, ketika dipercaya memimpin Kalteng selama 5 tahun kedepan,” tegasnya.
Dia menyebutkan, jalan-jalan yang rusak tersebut, ke depan tidak lagi mengalami kerusakan, seperti yang dialami sekarang ini.
Baca Juga : Optimistis Akan Lebih Maju dan Sejahtera, Asdy Narang Ajak Menangkan Willy-Habib di Pilgub Kalteng 2024
Baca Juga : Rawan Dipolitisasi Jelang Pilkada Kalteng 2024, Tim Willy-Habib Minta Jambore Tani 2024 Ditunda
“Perusahaan sawit, perusahaan batubara, dan perusahaan lainnya harus menggunakan jalurnya sendiri, sehingga tidak mengganggu masyarakat,” tegas Mantan Bupati Murung Raya dua periode ini dihadapan masyarakat Desa Pahawan, Minggu (20/10/2024).
Willy, menungkapkan, tidak kalah penting adalah masalah lingkungan. “Lingkungan di Kalteng harus bersama-sama dijaga, sehingga tidak lagi mengalami banjir, ataupun bencana lainnya di Kalteng,” terangnya.







