“Di SDN Sungai Besar 1 mereka mencoba mengeksplorasi sebuah tema yang namanya rekayasa dan teknologi, disana mereka mencoba membuat film. Mulai dari membuat skrip, belajar akting hingga proses editing,” ujarnya.
Lanjut Hudan, tentunya harapan bisa menjadi role model atau pilihan bagi sekolah dasar lainnya bisa menerapkan hal yang sama.
“Dalam garis besar tentunya ada praktik baik, mudah-mudahan sekolah yang gagap dan binggung melaksanakan project P5 bisa saja praktik membuat film untuk anak sekolah dasar manjadi alternatif sebuah pilihan solusi,” tutupnya.
(mediacenter.banjarbarukota.go.id)
editor : TRI







