Bahkan mereka sempat menyangka Akhmad Gunadi Nadalsyah akan datang menyusul.
Sastra Jaya yang dikenal banyak melemparkan pemikiran-pemikiran jitu bersifat filosofis dan mahir beretorika, kali ini berkampanye memakai bahasa Dayak Tawoyan. Bahasa mayoritas warga desa Ipu. Diantaranya berbicara tentang pendidikan dan sarana air bersih.
“Hapi (baju) seragam atau seragam merah putih (SD), atau putih biru, hapi batik lawan pakaian olah raga akan digratiskan,” kata Sastra Jaya yang disambut tepuk tangan hadirin.
Tentang air bersih yang menjadi salah satu permasalahan di desa Ipu, Sastra Jaya meyakinkan masyarakat untuk tidak perlu khawatir lagi apabila AGI – SAJA nanti menang.
“Awe baranu lah? Nah, masalah ranu tu, Naan e huang program unggulan kami” (Tidak ada air? Nah, masalah air itu ada dalam program kami),” jelas Sastra.
Acara kampanye berakhir menjelang sore, tetapi panitia tidak langsung bubar, anggota tim kampanye dan relawan lebih dulu memunguti sampah-sampah disekitar acara kampanye.
Hal demikian dapat dipastikan karena instruksi H. Jimmy Carter, Ketua Tim Pemenangan AGI SAJA. Dari bisik-bisik, dia seorang yang sangat menjaga sesuatu yang memang kurang elok dilihat dan sangat menjaga adab sopan santun, meskipun terlihat hal yang sepele seperti sampah atau bertamu ke rumah warga tanpa melepas sepatu atau sendal.
Kalimantan Live/M. Gazali Noor










