BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan Dialog dan Workshop Etnomusikologi sebagai langkah dalam memperkenalkan seni musik kepada generasi muda.
Kegiatan yang digelar pada Senin (28/10/2024) ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai bentuk seni musik, khususnya musik tradisional.
# Baca Juga :KS3B Kota Banjarmasin Juarai Lomba Japin Carita di Taman Budaya Provinsi Kalsel
# Baca Juga :Januari-Februari Ada 364 Kunjungan Sekolah ke Taman Budaya, Berikan Edukasi Seni dan Budaya
# Baca Juga :Tahun 2023, UPTD Taman Budaya Gelar Kegiatan Hampir 100 Persen, 2024 Raih Dana Rp 2 Miliar
# Baca Juga :Pemprov Kalsel Gelar Dialog dan Workshop Wayang Kulit Banjar, Bisa Ditonton di YouTube Taman Budaya
Suharyanti, Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel, menjelaskan bahwa acara ini mengusung tema “Pandangan Musik Tradisional sebagai Karya Musik Nusantara”.
“Dialog dan workshop ini memberi kesempatan kepada peserta untuk belajar membuat konsep baru dalam bermusik serta mengkolaborasikan berbagai jenis musik,” ujarnya.
Dalam acara ini, Etnomusikologi dipaparkan sebagai ilmu yang mempelajari musik dalam konteks budaya dan sosial, yang merupakan gabungan dari antropologi (etnologi) dan musikologi.
Narasumber yang diundang untuk memberikan materi terdiri dari seniman musik lokal dan nasional, seperti Lupi Anderiani dan Sumasno Hadi dari Kalimantan Selatan serta Wasarna, seniman musik dari Yogyakarta.
“Kami mengangkat kembali musik-musik tradisional Banjar, yang diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pengiring, melainkan menjadi sebuah pertunjukan musik yang bisa berdiri sendiri seperti cabang seni lainnya,” jelas Suharyanti.










