CIMB Niaga Laporkan Perolehan Laba Rp 6,6 Triliun pada 9 Bulan Pertama 2024, Naik 5,1 Persen YoY

Total aset konsolidasian adalah sebesar Rp354,3 triliun per 30 September 2024, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Total Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp 256,0 triliun (+8,8% Y-o-Y), dikontribusikan dari pertumbuhan current account and savings account (CASA) sebesar 8,8% YoY menjadi Rp 170,7 triliun.

BACA JUGA: Gelar Media Gathering, CIMB Niaga Hadirkan Pengalaman Perbankan Optimal dan Work From Heart untuk Nasabah di Banjarmasin

Hal ini merupakan hasil upaya Bank untuk membina hubungan nasabah yang lebih erat dan meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan melalui layanan digital, yang berkontribusi terhadap rasio CASA menjadi sebesar 66,7%.

Jumlah kredit/pembiayaan naik 6,4% Y-o-Y menjadi Rp 218,6 triliun, terutama berasal dari pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang naik 9,4% Y-o-Y, diikuti oleh Perbankan Korporat yang tumbuh 7,1% Y-o-Y, dan Perbankan Konsumer yang meningkat 5,4% Y-o-Y.

Kenaikan tertinggi di kredit/pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat sebesar 18,2% Y-o-Y.

Di Perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan Rp 60,7 triliun (+14,8% YoY) dan DPK sebesar Rp 53,2 triliun (+24,6% YoY) per 30 September 2024.

Adapun pertumbuhan pembiayaan signifikan tersebut sebagian besar dikontribusi oleh segmen ritel. CIMB Niaga Syariah tetap fokus pada peningkatan komposisi pendanaan, khususnya pendanaan murah dengan terus mengembangkan jaringan komunitas.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada para nasabah, karyawan serta stakeholders atas kepercayaan kepada CIMB Niaga selama 69 tahun. Kami akan meneruskan perjalanan untuk senantiasa menjadi bank pilihan bagi bisnis dan nasabah Indonesia,” jelas Lani.