Rangkaian acara ini termasuk TCE Exhibition yang diadakan pada 2-4 Oktober 2024 di Jakarta, serta media gathering dan experiential learning berupa upcycling workshop. Semua rangkaian acara ini terinspirasi oleh semangat #SekarangUntukMasaDepan.
Selain itu, sebagai salah satu bank pertama yang dipilih untuk melakukan Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS), CIMB Niaga telah menyerahkan laporan kepada OJK pada Juli 2024.
Proses ini memungkinkan Bank untuk mengukur paparan finansial dan potensi kerentanannya terhadap risiko iklim berdasarkan berbagai skenario. Melalui analisis ini, Bank dapat meningkatkan kemampuannya dalam menilai risiko iklim sebagai bagian dari upaya untuk mengintegrasikan risiko iklim dalam kerangka manajemen risikonya.
“Keberlanjutan adalah salah satu prioritas CIMB Niaga dalam menjalankan bisnis, dengan mengintegrasikan pertimbangan ekonomi, lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam proses perbankan. Ke depan, kami akan terus mendorong implementasi dan adaptasi model bisnis berkelanjutan serta investasi hijau oleh para pelaku usaha di Indonesia. Keberlanjutan tidak hanya membutuhkan upaya inovasi dari bank, tetapi juga kolaborasi semua pemangku kepentingan untuk menuju masa depan yang lebih baik,” papar Lani.
Hingga sembilan bulan pertama tahun 2024, CIMB Niaga mencatat hampir 25% dari total pembiayaan Bank (atau setara dengan Rp54,4 triliun) mendukung transisi yang berkelanjutan menuju ekonomi rendah karbon, Perjanjian Paris, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). (*)
Sumber: Rilis CIMB
Editor: elpian







