BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Darpusda) Kota Banjarbaru menggelar bedah buku “Wabul Sawi Kalimantan, Sejarah Banjarbaru Yang Tersembunyi” demi menyemarakkan acara Festival Literasi Banjarbaru ke-4.
Selain bedah buku yang menyingkap sejarah unik Kota Banjarbaru, Dispersipda Kota Banjarbaru juga menggelar Pemerataan Literasi melalui Persputakaan Kelurahan (PANEL) hingga ke tingkat kelurahan.
Kegitan ini dihadiri oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se-Kota Banjarbaru, bertempat di Café Literasi Darpusda Banjarbaru, Selasa (29/10/2024).
# Baca Juga :Wali Kota Banjarbaru Lantik Slamet Riyadi, Duduki Kursi Kepala Darpusda
# Baca Juga :Pelajar SMA Antusias Ikuti Lokakarya Resensi Buku di Festival Literasi Banjarbaru
# Baca Juga :Dari Festival Literasi Banjarbaru ke-4, Pelajar SD Diajari Membuat Skrip, Berakting hingga Editing
# Baca Juga :Lantik 48 Pejabat Fungsional, Wali Kota Aditya Ajak Berkolaborasi Membangun Banjarbaru JUARA
Dengan adanya keterlibatan Ketua LPM dari setiap Kelurahan, PANEL difokuskan untuk memastikan literasi merata dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam program literasi berkelanjutan di tingkat Kelurahan.
Kepala Bidang Promosi, Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru, Rosida Ridha mengatakan, kita mengundang Ketua LPM se-Kota Banjarbaru untuk mengikuti bedah buku tentang sejarah Kota Banjarbaru.
“Kami ada program pemerataan literasi ke Kelurahan membentuk perpustakaan Kelurahan, mudah-mudahan dengan acara ini jadi momentum bagi Ketua LPM untuk berpartisipasi mengembangkan literasi di Kelurahan masing-masing,” ucapnya.
Sementara itu, Narasumber sekaligus berprofesi Jurnalis, Sandi Firly menyampaikan, ada banyak buku yang mengupas tentang Kota Banjarbaru, buku Wabul Sawi Kalimantan, Sejarah Banjarbaru Yang Tersembunyi ini kelurahan terbaru.
“Menurut saya ini salah satu yang cukup komprehensif tentang sejarah Kota Banjarbaru, bahkan ada beberapa tokoh atau sosok yang selama ini mungkin tidak terlalu digaungkan terhadap pendiring Kota Banjarbaru disini dimunculkan,” ujarnya.







