Masih kata Sandi, Wabu Sawi singkatan dari ‘Wani Baidabul Sanggup Menggawi’ yang diartikan ke Bahasa Indonesia nya ‘Berani Bersuara Keras Namun Sanggup Mengerjakan Hingga Selesai’.
“Buku ini sangat penting bagi saya. Karena didalam buku ini ada membahasa daerah-daerah yang memiliki istilah, seperti Guntung Damar, Guntung Paikat, Guntung Manggis dan lain-lain. Jadi buku ini penting bagi warga Banjarbaru dan Kalimantan Selatan untuk dibaca,” katanya.
Tentunya kegiatan ini selain membawa cerita masa lalu Banjarbaru yang tersembunyi untuk diketahui masyarakat melalui para Ketua LPM. Buku ini diharapkan menjadi momentum penting dalam upaya memajukan literasi, serta meningkatkan minat baca di Kota Banjarbaru.
Festival Literasi Banjarbaru ke-4 akan terus menghadirkan kegiatan literasi yang menciptakan masyarakat agar lebih melek literasi dan sadar akan pentingnya sejarah.
(mediacenter.banjarbarukota.go.id)
editor : TRI







