Kupasan Hasil Debat Publik AGI SAJA dan GOGO HELO Versi Komentator Penonton Nobar, Bikin Ketar Ketir?

Akhmad Gunadi Nadalsyah menjawab, bahwa hal tersebut justru ada di visi dan misi mereka yang pertama. Dia secara smart lebih menjabarkannya lagi dengan paparan tentang Green Economy (Ekonomi Hijau) berwawasan lingkungan dan green investment (Investasi Hijau). Usaha pemulihan ekosistem dan melakukan rehabilitasi ekosistem dan reboisasi.

Disini para penonton nobar langsung tampak terpesona dengan jawaban Akhmad Gunadi Nadalsyah yang dianggapnya “canggih”.

Ada pula moment dimana para penonton nobar hanya tersenyum, yaitu saat menyaksikan Akhmad Gunadi Nadalsyah terpaksa harus mengisyaratkan dengan tangannya untuk mengingatkan pasangan GOGO HELO yang sempat bengong sesaat diminta mengajukan pertanyaan oleh moderator. Hal tersebut terjadi pada menit ke 47:00.

Terlihat paling menarik bagi penonton lagi adalah, pada saat Akhmad Gunadi Nadalsyah bertanya menyangkut Sustainable Economic Growth atau Ekonomi berkelanjutan. GOGO HELO hanya menjawab sekenanya pada pertanyaan ini, bahwa pembangunan berkelanjutan memang diperlukan. Jawaban singkat ini langsung diakhiri GOGO HELO, padahal waktu tersisa masih lebih dari satu menit.

Akhmad Gunadi Nadalsyah pun melanjutkan, inti dari konsep ekonomi berkelanjutan melibatkan juga triple bottom line, yaitu sebuah kerangka akuntansi dengan 3 bagian, yaitu sosial, lingkungan dan profit.

Terdapat pertanyaan GOGO HELO (Gogo Purman Jaya dan Hendro Nakalelo) tentang penempatan pejabat bukan pada kapasitasnya, misalnya perawat diletakan di kantor Pekerjaan Umum (PU).

Akhmad Gunadi Nadalsyah menjawab enteng dengan mencontohkan Jokowi yang dahulunya hanya tukang kayu, memberi arti kemampuan seseorang tidak dapat dibatasi dalam hal jiwa “kepemimpinan”.

Paling membuat penonton agak tercengang adalah pada saat GOGO HELO ditanya tentang strategi mengatasi banjir.

“Banjir adalah masalah biasa, sudah menjadi budaya kita,” kata Gogo Purman Jaya menjawab.

Kalimantan Live/M. Gazali Noor