MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Pj. Bupati Barito Utara, Drs. Muhlis, membuka secara resmi Coaching Clinic 5 Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) Program PPSP, bertempat di Aula Bappedalitbang Muara Teweh, Kamis, 31 Oktober 2024 pagi.
Kegiatan yang merupakan bimbingan singkat dalam bentuk pelatihan ini di hadiri Staf Ahli Bupati, Drs. Ardian yang mewakili Pj. Bupati Barito Utara, Kepala PUPR, M. Iman Taufik, Kepala Dinas Sosial PMD, Kepala Bappeda Litbang Provinsi Kalteng/Pokja PPAS Provinsi Kalteng, Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Provinsi Kalteng, Pokja Perumahan Kawasan Pemukiman Kabupaten Barito Utara, para camat dan pihak terkait lainnya.
Dalam laporan Ketua penyelenggara, kegiatan tersebut dalam rangka penyusunan dokumen perencanaan pembangunan yang harus dilakukan koordinasi antar instansi disetiap tingkatan.
“Maksud dan tujuan Coaching Clinic 5 Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) Program PPSP (Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman) adalah untuk meningkatkan pemahaman dalam mengimplementasikan hasil evaluasi serta merumuskan langkah-langkah perbaikan layanan publik,” jelasnya.
Hasil yang ingin dicapai yaitu dirumuskannya hasil dalam berita acara kesepakatan.
Pj Bupati Barito Utara, yang mewakilkan sambutan sekaligus membuka acara kepada Staf Ahli Bupati, mengucapkan selamat datang di Kabupaten Barito Utara kepada perwakilan Pokja. Pj Bupati berharap, forum tersebut untuk bersama-sama mencurahkan pemikiran, ide gagasan, sumbang saran, serta berbagai masukan yang konstruktif lainnya guna perumusan dan penyempurnaan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Barito Utara di sektor sanitasi.
“Adapun tujuan dari Coaching Clinic 5 Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) Program PPSP ini adalah untuk merumuskan langkah-langkah strategis, berbagi pengetahuan dan mengkoordinasikan upaya kita guna mencapai hasil yang maksimal,” kata Muhlis melalui Staf Ahlinya.
Sanitasi yang baik, menurut Muhlis, adalah dasar dari kesehatan masyarakat dan berkelanjutan lingkungan, melalui upaya kolaborasi dalam kegiatan tersebut.
Kalimantan Live/M. Gazali Noor










