Adapun untuk audit sasaran AKS siklus 2 ini tersebar di 31 desa dan kelurahan pada 10 kecamatan di Tabalong dengan 50 kasus stunting.
Ditambahkannya, upaya penurunan stunting di Tabalong saat ini terus menunjukkan hasil positif. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting tercatat sebesar 18,1 persen.
“Jadi ada penurunan sebesar 1,6 persen dari angka 19,7 persen pada tahun 2022 menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI),” tambahnya.
(Kalimantanlive.com/ A Hidayat)
editor : TRI







